Langsung ke konten utama

GELIAT USAHA BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR DAN AYAM PEDAGING BUM DES PELITA HARAPAN

 

GELIAT USAHA BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR DAN
 AYAM PEDAGING BUM DES PELITA HARAPAN

(artikel reportase monitoring)


Desa Kakor, Kecamatan Ruteng – Tanggal 24 juni 2025, Pemerintah Desa Kakor bersama pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Pelita Harapan dan Tenaga Pendaping Profesioan (TPP) melaksanakan kegiatan monitoring terhadap usaha budidaya ikan air tawar (nila dan lele) dan ayam pedaging yang menjadi unit usaha produktif BUMDes. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan perkembangan usaha, mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan, serta meningkatkan efektivitas pengelolaan budidaya ikan agar mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat desa.

Usaha Budidaya ikan air tawar dan ayam pedaging ini merupakan implementasi dari program ketahanan pangan tahun 2025 yang didukung dengan Dana Desa Tahun 2025 senilai Rp. 161.292.000. Monitoring dilakukan dengan meninjau langsung kolam budidaya ikan air tawar dan ayam pedaging, mengamati kondisi pertumbuhan ikan, kualitas air kolam, ketersediaan pakan, kondisi kandang ayam pedaging dan pertumbuhannya, serta sistem pemeliharaan yang diterapkan oleh pengelola. Selain itu, tim monitoring juga melakukan diskusi bersama pengurus BUMDes mengenai perkembangan usaha, pencatatan administrasi, hingga strategi pemasaran hasil panen.


Berdasarkan hasil pemantauan, kondisi budidaya ikan air tawar dan ayam pedaging di BUMDes Pelita Harapan menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Pertumbuhan ikan dan ayam pedaging berjalan sesuai harapan dengan tingkat kesehatan yang relatif baik. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa aspek yang perlu menjadi perhatian, seperti efisiensi penggunaan pakan, pemeliharaan kualitas air dan kebersihan kandang ayam, serta penguatan manajemen usaha agar hasil produksi dapat terus meningkat.

Dalam kesempatan tersebut, tim monitoring memberikan sejumlah masukan dan rekomendasi kepada pengelola BUMDes agar terus meningkatkan kualitas pengelolaan budidaya melalui penerapan teknik budidaya yang baik, pencatatan keuangan yang tertib, serta perencanaan usaha yang berkelanjutan. Diharapkan usaha budidaya ikan air tawar dan ayam pedaging ini mampu menjadi sumber pendapatan BUMDes sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat Desa Kakor.

Kegiatan monitoring ini merupakan bagian dari upaya pembinaan dan evaluasi terhadap pengelolaan unit usaha BUMDes agar tetap berjalan sesuai tujuan pembentukannya, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui pengembangan potensi ekonomi lokal.

Dengan adanya monitoring secara berkala, diharapkan BUMDes Pelita Harapan Desa Kakor dapat terus berkembang menjadi lembaga ekonomi desa yang mandiri, profesional, dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan pendapatan asli desa serta kesejahteraan masyarakat.

Oleh Adrian JO
TAPM Kab. Manggarai, NTT
Desa Kakor, 24 Juni 2026

Komentar

Postingan populer dari blog ini

𝐒𝐄𝐑𝐓𝐈𝐅𝐈𝐊𝐀𝐓 𝐁𝐀𝐃𝐀𝐍 𝐇𝐔𝐊𝐔𝐌 𝐁𝐔𝐌 𝐃𝐄𝐒𝐀

Peran Tenaga Pendamping Kementerian Desa PDTT dalam Memfasilitasi Revitalisasi BUM Desa Tenaga Pendamping Profesional (TPP), termasuk Pendamping Desa (PD) dan Pendamping Lokal Desa (PLD), memiliki peran strategis dalam mendampingi pemerintah desa agar BUM Desa menjadi lembaga usaha yang profesional dan berbadan hukum. Peran tersebut meliputi : 1. Memfasilitasi sosialisasi kebijakan dan regulasi tentang BUM Desa kepada pemerintah desa dan masyarakat. 2. Mendampingi proses revitalisasi kelembagaan BUM Desa, mulai dari evaluasi kondisi, penyusunan kembali struktur organisasi, hingga penataan unit usaha. 3. Memfasilitasi penyusunan atau penyempurnaan AD/ART, Peraturan Desa, dan dokumen pendukung lainnya. 4. Mendampingi proses musyawarah desa untuk pembentukan atau revitalisasi BUM Desa. 5. Membantu penginputan data dan pendaftaran BUM Desa melalui Sistem Informasi Desa hingga memperoleh sertifikat badan hukum. 6. Mendampingi pengembangan usaha, tata kelola keuangan, administras...

MENJAWAB TANTANGAN ZAMAN BUM DESA DIDORONG BERINOVASI DI ERA DISRUPSI

  Artikel Reportase MENJAWAB TANTANGAN ZAMAN BUM DESA DIDORONG BERINOVASI  DI ERA DISRUPSI Perubahan tidak lagi berjalan perlahan. Perkembangan teknologi, transformasi digital, hingga dinamika ekonomi global telah mengubah cara masyarakat berproduksi, bertransaksi, dan membangun usaha. Di tengah perubahan yang begitu cepat, Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) dituntut untuk tidak sekadar bertahan, tetapi mampu bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing. Semangat itulah yang menjadi benang merah dalam Webinar Nasional yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa dan Daerah Tertinggal, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal pada Jumat, 24 Juli 2026. Mengusung tema: "Penguatan Inovasi dan Kolaborasi BUM Desa di Era Disrupsi".  Kegiatan ini mempertemukan pemerintah, praktisi, dan sektor perbankan dalam satu ruang diskusi untuk membangun masa depan ekonomi desa yang lebih tangguh. Peserta men...